KEDIRI TARGETTEMPO.COM — Sekitar 500 pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai wilayah Kediri Raya menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara di kawasan Eks Terminal Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (26/8/2026) sore.
Kegiatan yang digelar Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Kediri Raya itu dihadiri Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif bersama sejumlah unsur pemerintah daerah dan kepolisian.
Para pengemudi ojol berasal dari sejumlah aplikator, di antaranya Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee. Doa bersama dikemas dalam kegiatan lintas agama yang kemudian dilanjutkan dengan pernyataan sikap serta komitmen bersama.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Muh. Wahyudin Latif mengajak para pengemudi ojol dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta tidak mudah terseret informasi maupun opini yang berpotensi memecah belah.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, persatuan bangsa harus tetap menjadi pijakan bersama.
“Melalui sinergi yang kuat antara Polri dan warga, diharapkan kedewasaan berdemokrasi di Indonesia dapat terus tumbuh di atas fondasi persatuan yang kokoh,” ujar Latif.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat nasionalisme dan persaudaraan. Menurutnya, energi masyarakat sebaiknya diarahkan untuk membangun bangsa, bukan terseret konflik.
Selain menjadi ruang untuk mendoakan keselamatan bangsa, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan para pengemudi ojol untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian yakni harapan diterbitkannya Perpres Nomor 27 yang dinilai dapat memberikan kepastian perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol.
Kapolres Kediri mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kebersamaan antara masyarakat, pemerintah dan kepolisian perlu terus diperkuat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Mari kita perkuat rasa nasionalisme dan persaudaraan demi kemajuan dan kesejahteraan bagi kehidupan bangsa Indonesia,” katanya.
SAMSUL













