BANYUWANGI TARGETTEMPO.COM Maraknya berbagai penawaran investasi dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat menjadi perhatian serius PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BRI mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur imbal hasil tinggi tanpa terlebih dahulu memahami produk, risiko, dan legalitas pihak yang menawarkan investasi tersebut.
Branch Office Head BRI Banyuwangi, Muh. Rosyid Hudaya, mengatakan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap dunia investasi merupakan perkembangan positif. Namun, tingginya minat tersebut harus dibarengi dengan pemahaman dan kewaspadaan agar masyarakat tidak menjadi korban modus penipuan berkedok investasi.
Menurut Rosyid, setiap masyarakat yang hendak menanamkan modal perlu memahami secara menyeluruh mekanisme investasi yang ditawarkan, termasuk potensi risiko yang mungkin muncul.
“Keuntungan tinggi memang menjadi daya tarik dalam sebuah investasi. Namun sebelum menempatkan dana, masyarakat harus memahami bagaimana sistem investasi tersebut berjalan, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut,” ujar Rosyid.
Ia menegaskan, keputusan investasi sebaiknya tidak diambil secara tergesa-gesa hanya karena adanya janji keuntungan besar. Terlebih jika penawaran tersebut menjanjikan imbal hasil tidak wajar dalam waktu yang sangat singkat.
Masyarakat juga diminta lebih teliti terhadap identitas pihak yang menawarkan investasi. Penggunaan nama, logo, maupun atribut perusahaan atau lembaga terkenal tidak otomatis membuktikan bahwa penawaran tersebut benar-benar memiliki hubungan resmi dengan institusi yang dicatut.
“BRI mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penawaran investasi, khususnya yang menjanjikan imbal hasil tinggi. Informasi yang lengkap dan benar akan membantu masyarakat mengambil keputusan dengan lebih bijak,” tegasnya.
BRI juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru melakukan transfer uang apabila menerima tawaran investasi dari pihak yang menjanjikan bunga atau keuntungan tinggi secara tidak wajar.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak sembarangan menyerahkan data pribadi maupun informasi perbankan kepada pihak yang belum dapat dipastikan kredibilitasnya.
Langkah penting yang harus dilakukan adalah memverifikasi legalitas pihak yang menawarkan investasi, memastikan kejelasan produk yang ditawarkan, serta mengecek lembaga atau otoritas yang memiliki kewenangan mengawasi produk tersebut melalui kanal resmi.
Apabila masyarakat menemukan indikasi penipuan atau penyalahgunaan nama dan identitas BRI, masyarakat disarankan menyimpan seluruh bukti komunikasi maupun transaksi yang berkaitan dengan penawaran tersebut dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang serta melalui kanal resmi BRI.
Untuk mendapatkan informasi resmi mengenai produk dan layanan, masyarakat dapat mengakses berbagai kanal resmi BRI, termasuk situs resmi BRI, media sosial resmi BANK BRI, Contact BRI di 1500017, maupun layanan Asisten Virtual BRI Sabrina melalui WhatsApp di 0812-1214-017.
BRI berharap masyarakat semakin waspada dan tidak mudah tergiur janji keuntungan besar, karena investasi yang sehat harus dipahami dengan baik, memiliki risiko yang jelas, serta ditawarkan oleh pihak yang memiliki legalitas dan kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan.









