Sempat Padam Dini Hari, Karhutla di Mamasa Kembali Membesar dan Hanguskan 5 Hektare Lahan

PERISTIWA40 Dilihat

Mamasa Targettempo.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menghanguskan sekitar lima hektare area kebun warga dan vegetasi hutan non-produktif, Kamis (3/9/2026).

Api sempat berhasil dikendalikan pada dini hari. Namun, bara yang tersisa kembali memicu kebakaran setelah tertiup angin kencang hingga kobaran api kembali membesar dan merambat ke sejumlah area di sekitar Jalan Poros Polewali–Mamasa.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, tiga warga dilaporkan mengalami kerugian karena tanaman di kebun mereka ikut terbakar.

Api Kembali Berkobar Setelah Sempat Dikendalikan

Kebakaran pertama kali diketahui anggota Damkar Sumarorong, John Sora, sekitar pukul 02.00 WITA. Saat melintas di lokasi, ia melihat kobaran api dan segera melakukan pemadaman awal bersama tim.

Upaya pemadaman tersebut berhasil mengendalikan api sekitar pukul 04.00 WITA. Namun, sisa bara di lokasi kembali menyala setelah mendapat tiupan angin kencang.

Sekitar pukul 11.10 WITA, warga kembali melaporkan api mulai membesar dan merambat ke wilayah lainnya.

Damkar Sumarorong bersama personel Polsek Sumarorong dan Koramil Sumarorong kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Penanganan diperkuat dengan kedatangan satu unit Damkar Polres Mamasa sekitar pukul 13.30 WITA. Tidak lama kemudian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa turut bergabung.

Melalui kerja sama petugas lintas instansi, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WITA.

Cuaca Panas dan Angin Kencang Percepat Api Meluas

Kapolsek Sumarorong IPTU M. Isfan Fajar Satrio, S.Tr.K., M.H., menjelaskan bahwa kondisi cuaca panas, semak belukar yang mengering, serta angin kencang menyebabkan api dengan cepat meluas.

Petugas juga menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman. Medan yang cukup sulit dijangkau dan keterbatasan panjang selang pemadam menjadi tantangan dalam upaya menjinakkan kobaran api.

Akibat kebakaran tersebut, kebun milik tiga warga ikut terdampak. Sejumlah tanaman, di antaranya alpukat, durian, dan nanas, dilaporkan hangus dilalap api.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya kelalaian manusia, termasuk puntung rokok yang dibuang sembarangan maupun aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.

Kapolres Mamasa Ingatkan Bahaya Membakar Lahan

Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino mengimbau masyarakat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Hindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” ujar AKBP Ariantony.

Menurutnya, pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan menjadi bagian penting dalam melindungi lingkungan, kawasan hutan, kebun, dan permukiman warga.

“Kami berharap masyarakat semakin peduli dan meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

Meta Description:
Karhutla di Mamasa menghanguskan sekitar lima hektare kebun dan hutan non-produktif. Api sempat padam sebelum kembali membesar akibat angin kencang.

Focus Keyphrase:
Karhutla Mamasa

Keywords:
Karhutla Mamasa, Kebakaran Lahan, Polres Mamasa

Tags:
Karhutla Mamasa, Kebakaran Hutan, Kebakaran Lahan, Mamasa, Sumarorong, Desa Rantekamase, Sulawesi Barat, Polres Mamasa, Damkar Mamasa, BPBD Mamasa, Polsek Sumarorong, Koramil Sumarorong, Pencegahan Karhutla, AKBP Ariantony Utama Bangalino

Kategori:
Peristiwa

Keterangan Foto:
Petugas gabungan dari Damkar, Polri, TNI, dan BPBD melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa. (Istimewa)