Dokkes Polres Malang Siaga Karhutla TNBTS, Kesehatan Terjaga

KABAR DAERAH, POLRI54 Dilihat

TARGETTEMPO.COM MALANG Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kondisi kesehatan personel yang berjibaku di medan berat juga menjadi perhatian serius.

Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Malang Polda Jatim diterjunkan untuk memberikan dukungan medis kepada petugas gabungan dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan tersebut.

Pelayanan kesehatan itu dipusatkan di Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tim medis melakukan pemeriksaan kondisi fisik, menangani luka ringan, menyediakan obat-obatan, sekaligus memantau personel yang mengalami kelelahan setelah menjalankan tugas di tengah kepungan asap.

Untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan asap dan debu vulkanik, ribuan masker juga dibagikan kepada petugas maupun pihak yang berada di sekitar lokasi penanganan kebakaran.

Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri melalui Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan, dukungan kesehatan menjadi bagian penting dalam operasi penanganan karhutla. Menurutnya, petugas bekerja dalam kondisi medan yang sulit dengan risiko kesehatan yang cukup tinggi.

“Tim Dokkes Polres Malang hadir untuk memberikan pengobatan langsung bagi yang terluka atau mengeluh sakit, sekaligus membagikan masker,” ujar AKP Budiono, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, posko medis tersebut disiagakan agar keluhan kesehatan yang dialami petugas dapat segera ditangani. Dengan demikian, kondisi seperti kelelahan maupun cedera dapat memperoleh penanganan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

AKP Budiono juga mengingatkan personel agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai menurun. Istirahat secara berkala dinilai penting untuk menjaga stamina selama proses pemadaman dan pendinginan berlangsung.

“Kami juga terus mengingatkan seluruh personel untuk tidak memaksakan diri dan segera mengambil jeda istirahat jika tubuh sudah memberi sinyal kelelahan,” imbuhnya.

Sementara itu, penanganan karhutla di kawasan TNBTS hingga Minggu (13/9/2026) masih terus dilakukan secara intensif. Petugas gabungan menghadapi medan terjal sehingga sejumlah titik hanya dapat dijangkau menggunakan motor trail maupun dengan berjalan kaki.

Pemadaman di beberapa lokasi dilakukan secara manual menggunakan water sprayer dan hydrant portable. Selain memadamkan titik api yang masih aktif, tim juga melakukan proses pendinginan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Sejumlah lokasi seperti Blok Batengan, Blok Painem, dan Blok Kentongan masih menjadi perhatian petugas. Pembasahan dilakukan secara intensif, sementara Blok Painem menjadi salah satu titik yang cukup sulit ditangani karena terdapat api di lereng curam yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Di tengah kondisi tersebut, AKP Budiono mengimbau petugas dan masyarakat di sekitar kawasan terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap. Protokol kesehatan mandiri perlu diterapkan, terutama ketika konsentrasi asap mulai meningkat.

“Jangan sepelekan gejala ringan. Jika mulai merasakan sesak napas, pusing, mual, atau kelelahan ekstrem, segera hentikan aktivitas, menepi, dan datangi posko medis kami untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

REDAKSI