Polri Kerahkan 198 Peserta Didik ke Wilayah Rawan Karhutla, Edukasi Warga Sebelum Api Muncul

Uncategorized93 Dilihat

JAKARTA, TARGETTEMPO.COM – Polri memilih langkah pencegahan untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 198 peserta didik dari SIP/Setukpa, Sespimma, dan mahasiswa S2 STIK diterjunkan langsung ke sejumlah wilayah prioritas guna mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Pengerahan ratusan peserta didik tersebut menjadi bagian dari strategi Polri memperkuat pencegahan karhutla dari tingkat paling bawah, yakni membangun kesadaran masyarakat sebelum kebakaran benar-benar terjadi.

Sebanyak 198 personel itu disebar ke empat wilayah prioritas, yakni Polda Kalimantan Barat sebanyak 103 personel, Polda Kalimantan Tengah 48 personel, Polda Kalimantan Timur 10 personel, serta Polda Sumatera Selatan 37 personel.

Di wilayah penugasan, mereka berkolaborasi dengan jajaran Polda, Polres hingga Bhabinkamtibmas. Para peserta didik turun langsung menemui warga, berdialog dan memberikan pemahaman tentang bahaya pembakaran hutan maupun lahan.

Masyarakat diingatkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Asap akibat kebakaran dapat mengancam kesehatan, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak ekosistem, hingga menimbulkan kerugian ekonomi dalam skala besar.

Polri juga mengajak masyarakat untuk menerapkan cara pengelolaan lahan yang aman tanpa menggunakan metode pembakaran.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana pengerahan total 403 peserta didik Polri ke sejumlah daerah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Dari jumlah tersebut, sebanyak 198 personel telah lebih dahulu diberangkatkan, sementara personel lainnya akan menyusul sesuai kebutuhan penugasan.

Pencegahan Jadi Prioritas

Polri menilai perang melawan karhutla tidak cukup dilakukan saat api telah membesar. Langkah pencegahan harus dimulai sejak dini dengan membangun kesadaran masyarakat.

Penyuluhan dilakukan secara persuasif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga pihak terkait lainnya.

Karo Penmas Polri mengatakan, pengerahan peserta didik menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran dari hulu.

“Dari total 403 peserta didik, sebanyak 198 personel telah diberangkatkan ke lokasi prioritas. Mereka bertugas memberikan penyuluhan dan membangun kesadaran masyarakat agar pencegahan karhutla dilakukan sejak dari hulu.”

Menurutnya, membangun kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik-titik api.

“Karhutla tidak bisa menunggu. Kesadaran masyarakat harus dibangun sebelum api muncul. Karena itu, peserta didik hadir langsung di tengah masyarakat untuk mengingatkan agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.”

Kalteng Jadi Salah Satu Sasaran Edukasi

Di Kalimantan Tengah, kegiatan edukasi diperkuat hingga ke tingkat masyarakat. Personel Polri bersama jajaran kewilayahan memberikan pembinaan kepada warga di wilayah hukum Polres Katingan.

Edukasi tersebut difokuskan pada pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar sekaligus memberikan pemahaman mengenai dampak serius yang dapat ditimbulkan akibat karhutla.

Selain mengedepankan langkah pencegahan, Polri juga tetap melakukan berbagai upaya lain, mulai dari pemantauan wilayah rawan, deteksi dini, penanganan hingga pemadaman apabila ditemukan titik api.

Sementara itu, tindakan hukum tetap akan dilakukan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Polri menegaskan penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, namun pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kebakaran tidak sempat terjadi maupun meluas.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran, serta bersama-sama menjaga lingkungan.

Melalui keterlibatan 198 peserta didik Polri di berbagai wilayah rawan, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa mencegah karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Sebab, ketika api sudah menyala, dampaknya bisa meluas. Karena itu, pencegahan harus dimulai sebelum api muncul.

(Samsul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *