Babinsa Wonodadi Dampingi Posyandu ILP, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Desa Kebon Agung

KESEHATAN, NEWS78 Dilihat

BLITAR TARGETTEMPO.COM — Upaya menjaga kesehatan anak dan mencegah stunting terus dilakukan melalui kolaborasi antara aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, serta kader Posyandu. Salah satunya melalui kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Kebon Agung, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di RT 03 RW 01 Dusun Kebon Agung tersebut, Babinsa Desa Kebon Agung Koramil 0808/22 Wonodadi, Serda Fiyan Setyadi, turut memberikan pendampingan bersama Bidan Desa, Ibu Endang, dan para kader Posyandu.

Pelayanan kesehatan diarahkan untuk memantau kondisi serta perkembangan anak, terutama balita yang membutuhkan perhatian terkait pertumbuhan dan status gizinya. Sejumlah pemeriksaan dilakukan, di antaranya penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pencatatan perkembangan anak, pemberian imunisasi, serta penyediaan makanan tambahan (PMT) bergizi.

Serda Fiyan Setyadi mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap kesehatan warga di wilayah binaannya. Menurutnya, pemantauan secara rutin menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan anak sejak dini sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

“Dengan pemeriksaan secara berkala, kondisi pertumbuhan anak dapat diketahui lebih cepat sehingga apabila ditemukan permasalahan bisa segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Kebon Agung, Ibu Endang, mengapresiasi dukungan Babinsa dan kader Posyandu dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, penerapan ILP di tingkat desa diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih terpadu dan menjangkau masyarakat secara luas.

Kegiatan Posyandu ILP tidak hanya menyasar balita, tetapi menjadi bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat secara berkesinambungan, mulai dari anak-anak hingga kelompok lanjut usia.

Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan dan kader Posyandu diharapkan dapat mendorong para orang tua semakin aktif memantau tumbuh kembang anak. Dengan pemeriksaan rutin, pemenuhan kebutuhan gizi, serta penanganan sejak dini, upaya menciptakan generasi yang sehat dan menekan risiko stunting dapat terus diperkuat di tingkat desa.

(Dim0808)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *