Liputan Erupsi Anak Krakatau Berujung Hilang Kontak, BM PAN Minta SAR Maksimalkan Pencarian

NASIONAL, NEWS55 Dilihat

TARGETTEMPO.COM JAKARTA – Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus menjadi perhatian. Kedelapan orang tersebut sebelumnya berangkat untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ketua Umum DPP Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, meminta operasi SAR terhadap rombongan tersebut terus dimaksimalkan.

Slamet menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa para jurnalis dan kru kapal tersebut. Ia berharap seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami di keluarga besar DPP BM PAN sangat terkejut dan prihatin mendengar kabar hilangnya rekan-rekan jurnalis saat menjalankan tugas mulia di Selat Sunda. Mari kita bersama-sama mendoakan agar mereka lekas ditemukan dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apa pun,” kata Slamet dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Ia menilai luasnya wilayah perairan Selat Sunda serta kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Karena itu, seluruh sumber daya yang dimiliki unsur SAR diminta terus dioptimalkan.

Slamet turut mengapresiasi kerja Tim SAR gabungan, Basarnas Banten, Polairud, Polda Banten, dan unsur lainnya yang telah melakukan penyisiran sejak laporan kehilangan diterima.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terus bergerak dan bekerja sama dalam operasi kemanusiaan ini,” ujarnya.

Berangkat dari Carita

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menuju kawasan Selat Sunda untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang penumpang masih sempat berkomunikasi dengan rekan sesama jurnalis dan membagikan lokasi keberadaan kapal.

Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Sejak saat itu, keberadaan speedboat dan delapan orang di dalamnya belum diketahui.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal, jurnalis freelance.

Adapun tiga kru kapal terdiri dari Warta sebagai kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto selaku guide atau pemandu.

Wilayah Pencarian Diperluas

Tim SAR gabungan kini memperluas area pencarian hingga ratusan mil laut, termasuk menyisir sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian menghadapi kondisi perairan yang cukup menantang. Kecepatan angin dilaporkan mencapai 16,7 knot, sementara tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 2 meter.

Slamet meminta kondisi tersebut tidak mengurangi intensitas pencarian. Menurutnya, koordinasi dan pengerahan seluruh potensi SAR harus terus dilakukan untuk meningkatkan peluang ditemukannya para korban.

Ia juga mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda turut membantu dengan melaporkan kepada petugas apabila menemukan benda terapung atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan speedboat tersebut.

“Semoga seluruh upaya yang dilakukan membuahkan hasil dan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas Slamet.

(TARGETTEMPO.COM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *