Guru Ngaji Jadi Fondasi Pendidikan Karakter, FKPQ Jatim Sampaikan Aspirasi kepada Ning Lia

PENDIDIKAN20 Dilihat

TARGETTEMPO.COM SURABAYA – Peran guru ngaji dan lembaga pendidikan Al-Qur’an dinilai memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, penguatan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat dinilai perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan saat jajaran Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur bersilaturahmi dengan anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Jumat malam (11/9/2026).

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pendidikan keagamaan, termasuk keberadaan guru ngaji dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Menurut Ning Lia, pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca kitab suci. Lebih dari itu, proses pendidikan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter, moral, dan nilai keagamaan anak-anak sejak usia dini.

“Perhatian Pemprov Jatim terhadap pendidikan keagamaan sangat baik. Pemerintah tidak hanya melihat pendidikan dari sisi akademik, tetapi juga memahami bahwa pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi Jawa Timur,” ujar Ning Lia.

Ia menilai guru ngaji memiliki posisi yang sangat dekat dengan masyarakat. Dengan lingkungan belajar yang sederhana, para guru ngaji tetap menjalankan peran penting dalam mengenalkan nilai-nilai agama kepada generasi muda.

“Peran guru ngaji mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Karena itu, ketika pemerintah memberikan perhatian kepada mereka, tentu menjadi bentuk kepedulian yang sangat baik terhadap pendidikan dan generasi masa depan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, FKPQ Jatim tidak hanya melakukan silaturahmi, tetapi juga menyampaikan sejumlah aspirasi yang berasal dari para pengelola Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di berbagai daerah.

Ketua DPW FKPQ Jawa Timur, H. Abdul Aziz, mengatakan terdapat sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian di lapangan. Di antaranya penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, legalitas lembaga, serta keberlanjutan perhatian terhadap guru ngaji.

“Alhamdulillah, atas doa dan dorongan kawan-kawan DPW FKPQ Jawa Timur, kami bisa bersilaturahmi dengan DPD RI. Kami menyampaikan berbagai curhatan dan aspirasi yang selama ini menjadi perhatian kami di lapangan, khususnya terkait pendidikan Al-Qur’an dan guru ngaji,” ungkap Aziz.

Menurutnya, tantangan pendidikan Al-Qur’an terus berkembang sehingga peningkatan kapasitas guru TPQ menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Para pengajar juga dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital.

Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, FKPQ turut mendorong penguatan legalitas lembaga melalui izin operasional (Izop). Aspek tersebut dinilai penting agar lembaga pendidikan Al-Qur’an memiliki kelembagaan yang semakin kuat dan mampu memberikan layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, DPW FKPQ Jawa Timur juga menyerahkan manuskrip Tahsin-PMPQ kepada Ning Lia untuk mendapatkan masukan dan pandangan.

Program Tahsin-PMPQ merupakan program pembelajaran bagi guru TPQ dengan target khatam 30 juz menggunakan metode membaca Al-Qur’an dengan berlagu atau bittaghonniy.

Program tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan kemampuan tahsin para guru sekaligus memperkaya metode pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan TPQ.

Aziz berharap manuskrip tersebut dapat terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para guru TPQ di Jawa Timur.

“Kami juga menyerahkan manuskrip PMPQ untuk mendapatkan masukan. Harapannya, manuskrip ini bisa terus disempurnakan sehingga dapat menambah kualitas dan khazanah tahsin di Jawa Timur, khususnya bagi pendidikan Al-Qur’an,” tandasnya.

(Anil)