Biroops Polda Jatim Tekankan Kesiapsiagaan Pengamanan dan Disiplin Bermedia Sosial

Kamtibmas25 Dilihat

TARGETTEMPO.COM KEDIRI KOTA Penguatan kesiapan operasional dan pencegahan pelanggaran menjadi perhatian utama Biroops Polda Jawa Timur saat melaksanakan Supervisi Fungsi Operasional (Ops) Polri Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Polres Kediri Kota.

Kegiatan yang berlangsung di Rupatama Polres Kediri Kota, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Ketua Tim I Supervisi, AKBP I Made Dhanuardana, S.I.K., M.H., bersama sejumlah anggota tim.

Supervisi diikuti Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., serta Kabagops dan staf dari sejumlah satuan kewilayahan, meliputi Polres Kediri Kota, Polres Kediri, Polres Tulungagung, Polres Trenggalek, Polres Ponorogo, Polres Magetan, Polres Ngawi, Polres Pacitan, Polres Madiun dan Polres Madiun Kota.

Mewakili Kapolres Kediri Kota, Wakapolres menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan supervisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan fungsi operasional sekaligus meningkatkan kesiapan jajaran dalam menghadapi berbagai dinamika kamtibmas.

Dalam arahannya, Ketua Tim Supervisi memberikan perhatian khusus terhadap Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako). Pengamanan markas diminta tidak dipandang sebagai rutinitas semata, tetapi menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan kepolisian. Karena itu, Kabagops diharapkan memastikan sistem pengamanan berjalan sesuai ketentuan dan mampu merespons setiap potensi gangguan.

Perhatian juga diarahkan pada kesiapan menghadapi agenda kegiatan PSHT Parluh 16 di wilayah Madiun. Jajaran diminta menyiapkan pola pengamanan secara terukur, termasuk dengan penerapan rayonisasi, sehingga potensi kerawanan dapat dipetakan dan diantisipasi sedini mungkin.

Selain itu, kebijakan pimpinan Polda Jatim diharapkan dapat diterjemahkan secara konkret oleh masing-masing jajaran. Setiap kebijakan harus disesuaikan dengan karakteristik dan dinamika wilayah agar pelaksanaannya tidak berhenti pada tataran administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pelaksanaan tugas kepolisian.

Kesiapan pengamanan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 juga menjadi salah satu perhatian dalam supervisi. Setiap rencana pengamanan harus disusun melalui perencanaan yang matang dengan berpedoman pada Kirka Intelijen. Langkah tersebut diperlukan agar personel mampu mengenali potensi kerawanan dan menentukan pola pengamanan yang sesuai.

Tidak hanya aspek operasional, kedisiplinan personel juga mendapat penekanan. Anggota Polri diminta menjaga perilaku, termasuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jajaran diingatkan untuk menekan potensi pelanggaran yang dapat berdampak terhadap citra institusi.

Sebaliknya, berbagai kegiatan kepolisian yang bersifat positif dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat dapat disampaikan melalui media sosial. Publikasi tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi yang konstruktif sekaligus memperlihatkan kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Rangkaian supervisi kemudian dilanjutkan dengan pendalaman serta evaluasi pelaksanaan fungsi operasional. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan jajaran dalam menyusun perencanaan, melaksanakan pengamanan hingga melakukan evaluasi secara profesional dan adaptif.

Melalui supervisi tersebut, Biroops Polda Jatim mendorong seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi dan mengedepankan langkah antisipatif dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Jawa Timur tetap aman dan kondusif.

TARGETTEMPO.COM