TARGETTEMPO.COM SURABAYA Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan oleh Komite I DPD RI di Jawa Timur tidak hanya diwarnai diskusi mengenai persoalan agraria. Suasana forum turut mencair setelah Senator Jawa Timur Lia Istifhama menyisipkan sejumlah pantun dalam sambutannya.
Momen tersebut berlangsung saat Komite I DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (14/9). Agenda utama pertemuan yakni menyerap masukan dari berbagai pihak sebagai bahan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Pertanahan.
Sebagai senator tuan rumah, Ning Lia, sapaan Lia Istifhama, membuka sambutan dengan gaya yang cukup berbeda. Ia memilih pantun sebagai cara menyapa sekaligus membangun keakraban dengan rombongan Komite I DPD RI dan para tamu undangan.
Salah satu pantun yang disampaikan berbunyi:
“Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang,
Boleh kita berjumpa lagi.”
Suasana kemudian semakin santai ketika Ning Lia menyampaikan pantun yang ditujukan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono.
“Pak Sekda Adhy yang terpandang nan baik hati,
Terima kasih atas jamuan, Masyaallah, kenyang sekali.”
Ning Lia juga menyampaikan pesan tentang persahabatan melalui pantun lainnya. Menurutnya, forum kelembagaan tidak hanya menjadi ruang untuk membahas persoalan dan regulasi, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat hubungan antarpihak.
“Jauh di mata, dekat di hati,
Kalau sudah dekat jangan disakiti.
Sahabat senator dan hadirin yang kami cintai,
Semoga sukses selalu menyertai.”
Kreativitas tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Wakil Ketua Komite I DPD RI Hj. Ade Yuliasih, SH., M.Kn., bahkan melontarkan pujian atas kebiasaan Ning Lia menggunakan pantun dalam berbagai kesempatan.
“Di setiap acara, Ibu Lia ini selalu menyelipkan pantun. Selain senator, ternyata Bu Lia juga penyair,” kata Ade.
Pantun kembali menjadi penutup sambutan Ning Lia. Kali ini, ia mengajak para senator dan tamu undangan untuk kembali menikmati suasana Jawa Timur.
“Cinta diukur karena perbuatan,
Karena memendam hanya terasa berat.
Jika terasa Jawa Timur menyenangkan,
Segeralah kembali sebelum terlambat.”
Meski diwarnai suasana penuh keakraban, pembahasan RUU Pertanahan tetap menjadi inti pertemuan. Komite I DPD RI menerima berbagai masukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jajaran Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Jawa Timur, serta pemangku kepentingan lainnya.
Berbagai persoalan pertanahan di daerah menjadi bagian dari pembahasan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan regulasi dan kepastian hukum bagi masyarakat.
Masukan dari Jawa Timur tersebut selanjutnya akan menjadi bahan dalam penyempurnaan DIM RUU Pertanahan. DPD RI mendorong agar regulasi yang disusun tidak hanya melihat persoalan dari sisi kebijakan nasional, tetapi juga mampu menjawab kondisi dan kebutuhan di daerah.
Kegiatan tersebut dipimpin Hj. Ade Yuliasih bersama Lia Istifhama selaku senator tuan rumah. Sejumlah anggota Komite I DPD RI turut hadir, bersama unsur Forkopimda, jajaran Kantor Wilayah Pertanahan Jawa Timur, serta perangkat daerah terkait.
Perpaduan antara pembahasan substansial dan komunikasi yang lebih cair membuat kunjungan kerja tersebut berlangsung dinamis. Pantun Ning Lia pun menjadi salah satu momen yang memberikan warna tersendiri dalam agenda pembahasan RUU Pertanahan di Jawa Timur.
(Anil)
