Update Terkini SKANDAL, Dua Oknum Perangkat Desa Digrebek Warga

Update Terkini SKANDAL, Dua Oknum Perangkat Desa Digrebek Warga

BERITA UTAMA10 Dilihat

TARGETTEMPO.COM GRESIK  Suasana tenang di kawasan Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendadak gempar dan menjadi sorotan hangat publik. Kantor Balai Desa Putat Lor digegerkan oleh peristiwa dugaan perselingkuhan dan tindakan tak senonoh (mesum) yang melibatkan dua oknum perangkat desa pada Jumat malam (14/08/2026). Peristiwa memalukan yang mendadak viral di berbagai jejaring media sosial—mulai dari TikTok, Facebook, Instagram, hingga situs berita—kini resmi memasuki babak penyelesaian administratif serta ancaman pencopotan jabatan.

​Kronologi Penggerebekan: Disangka Maling Berujung Temuan Menggegerkan
​Malam naas itu, di area Pendopo Balai Desa Putat Lor sebenarnya baru saja selesai dilaksanakan musyawarah/rapat rutin Karang Taruna. Namun, seusai rapat dibubarkan, muncul suasana mencurigakan di area halaman dan samping balai desa.

​Terdapat sepeda motor yang terparkir di samping Balai Desa Putat Lor, tepatnya di area dekat kamar mandi. Menurut kesaksian salah satu sumber warga setempat yang enggan disebutkan namanya, ia melihat dua unit sepeda motor terparkir—satu di dekat kamar mandi dan satu lagi terparkir tepat di depan pintu kantor desa. Anehnya, selain ada parkiran motor, ruangan kantor desa berada dalam kondisi gelap gulita.

​Lantaran curiga ada pencuri yang hendak membobol dan menggasak komputer kantor desa, warga memberanikan diri membuka pintu kantor yang saat itu tidak terkunci.

​”Kondisi gelap, kami memakai cahaya dari HP untuk menilik keadaan dalam kantor. Kami melongo melihat ada dua manusia di dalamnya. Yang laki-laki memakai sarung dan kaos pendek, sedangkan yang perempuan tidak memakai bawahan. Dalam keadaan gelap, kira-kira apa yang dilakukan kalau bukan ngelakuin…” ungkap sumber tersebut kepada wartawan dengan nada heran.

​Dugaan perbuatan mesum malam itu melibatkan Kasun Kletak Desa Putat Lor berinisial S dan oknum perangkat Desa Kepatihan berinisial Y. Kegemparan tersebut menyedot perhatian warga hingga suasana Balai Desa Putat Lor ramai luar biasa sampai larut malam. Kejadian ini amat miris dan menyayat keprihatinan masyarakat, seakan Balai Desa dijadikan tempat untuk melampiaskan hasrat pribadi.

​Klasifikasi Pelaku & Klarifikasi Administratif
​Saat dikonfirmasi wartawan terkait dugaan perbuatan mesum di kantor desa tersebut, Kasun Kletak berinisial S memberikan klarifikasi singkat melalui saluran WhatsApp pada Minggu (16/08/2026).
​”Sudah dimediasi dengan semua pihak, dan sudah diproses administratif oleh Pemdes,” jawab Kasun Kletak singkat.

​Kini, kasus tersebut memasuki babak penyelesaian secara kekeluargaan untuk meredam potensi konflik sosial di masyarakat. Masing-masing oknum telah dipanggil dan disidik guna dimintai keterangan secara rinci. Meskipun diselesaikan secara kekeluargaan di tingkat kemasyarakatan, kedua oknum perangkat desa tersebut kini pasrah memantikan keputusan Pemberhentian Secara Resmi dari pihak Pemerintah Kecamatan Menganti dan Pemerintah Desa masing-masing.

​Tanggapan Kepolisian & SOP Pemkab Gresik
​Aparat Kepolisian Resort Gresik melalui Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, S.I.K., S.Tr.K, membenarkan adanya penggerebekan dan penanganan perkara ini. Saat ini, publik tengah menunggu penuntasan prosedur operasional Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Kepala Kantor Kecamatan Menganti serta tindakan tegas dari aparatur pemerintah desa masing-masing. Kedua pihak pelaku juga menyatakan siap menerima sanksi administratif yang berlaku.

​Sentilan Menohok Tokoh Masyarakat
​Kejadian ini diharapkan membawa pelajaran berharga dan teguran keras bagi para tokoh pemuka masyarakat maupun perangkat desa yang seharusnya menjadi pemberi teladan baik, bukan sebaliknya.

​Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph, memberikan kritik santun namun tajam saat diwawancarai awak media pada Rabu (19/08/2026):
​”Mari kita tegakkan Amar Makruf Nahi Munkar dengan benar, jangan malah sebaliknya: Nyamar Makruf Nyambi Mungkar!” tegas Gus Aulia menyentil moralitas oknum aparat desa tersebut.

Komitmen Redaksi:
Kami Selalu komitmen Memberikan kesempatan tindak lanjut kepada pihak pihak terkait untuk memberikan penjelasan klarifikasi, koordinasi dan konfirmasi guna menjaga keberimbangan pemberitaan serta Selalu Komitmen Mengungkap Fakta dibalik sebuah berita. Layanan Saluran WhatsApp Redaksi 0822 5758 7374.

*REDAKSI*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *