Polda Jatim Ajak Media Jaga Komunikasi, Kritik Objektif Disebut Penting

BERITA UTAMA, NEWS, POLRI498 Dilihat

SURABAYA TARGETTEMPO.COM – Polda Jawa Timur mendorong hubungan yang lebih terbuka dengan insan pers melalui komunikasi yang berkelanjutan. Kepolisian menilai kemitraan dengan media penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam kegiatan Ngopi Bareng Awak Media yang digelar Bidang Humas Polda Jatim di Surabaya, Rabu (26/8/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung santai itu, Abast menekankan bahwa komunikasi antara polisi dan wartawan tidak semestinya hanya berlangsung ketika terjadi perkara atau saat media membutuhkan konfirmasi.

Menurutnya, komunikasi yang terbangun secara rutin dapat menghindari kesalahpahaman sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tugas masing-masing.

“Komunikasi kita jangan hanya terjadi ketika ada peristiwa atau membutuhkan konfirmasi. Saya berharap hubungan ini terus terjalin dengan baik,” ujar Abast.

Ia memahami media memiliki tuntutan kecepatan dalam menyajikan informasi. Namun, di sisi lain, polisi juga harus memastikan setiap keterangan yang disampaikan kepada publik telah melalui proses pengecekan.

Karena itu, keterlambatan memberikan jawaban dalam proses konfirmasi tidak selalu berarti kepolisian menutup informasi. Dalam kondisi tertentu, petugas masih harus memastikan data maupun fakta di lapangan, terlebih apabila menyangkut proses penyelidikan dan penyidikan.

“Kami memahami teman-teman media memiliki deadline. Kami juga mempunyai kewajiban memastikan informasi yang diberikan benar dan sudah terverifikasi,” katanya.

Abast juga membuka ruang bagi media untuk memberikan kritik terhadap kinerja kepolisian. Kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dan dilakukan secara konstruktif, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kritik yang objektif, faktual dan konstruktif justru kami perlukan sebagai bagian dari evaluasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbedaan sudut pandang antara polisi dan media merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk menjaga komunikasi dan profesionalisme.

“Boleh berbeda perspektif, tetapi komunikasi harus tetap terjaga. Kita saling menghormati tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Menurut Abast, kemitraan dengan media juga tidak berarti mengurangi independensi pers. Sebaliknya, hubungan komunikasi yang sehat diharapkan mampu memperkuat pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, akurat dan berimbang.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama wartawan. Sejumlah masukan dan aspirasi disampaikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pola komunikasi serta keterbukaan informasi di lingkungan Polda Jatim.

TARGETTEMPO.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *