Jambore Kader Kesehatan 2026, Pemkot Tegal Dorong Penguatan Layanan dan Perluasan Kawasan Tanpa Rokok

BERITA UTAMA, NEWS102 Dilihat

TEGAL, TARGETEMPO.COM – Pemerintah Kota Tegal terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Salah satunya melalui Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan dan Festival Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Tingkat Kota Tegal Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Selain menjadi ruang apresiasi bagi para kader kesehatan, jambore ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman dan komitmen masyarakat terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tegal, Sri Retno Hendrawati, mengatakan jambore tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus motivasi kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Selain meningkatkan kapasitas kader, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi Perda Kota Tegal Nomor 2 Tahun 2026 tentang Kawasan Tanpa Rokok,” ujarnya.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai elemen, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kementerian Agama Kota Tegal, FKUB, para camat, Tim Pembina Posyandu, tokoh agama dan tokoh masyarakat, unsur pemuda dan perempuan, hingga kader kesehatan.

Tercatat sebanyak 210 Posyandu ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain itu, turut hadir Duta Hidup Sehat Tanpa Rokok dari 27 kelurahan di Kota Tegal.

Beragam agenda turut memeriahkan jambore, di antaranya senam bersama, Fun Edu Games bertajuk “Kader Pintar KTR”, deklarasi dukungan terhadap penerapan KTR, bincang singkat mengenai implementasi Perda KTR, serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Jambore Kader Posyandu yang berlangsung pada 26–28 Agustus 2026.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memberikan apresiasi terhadap kiprah para kader kesehatan. Menurutnya, kader memiliki posisi penting karena menjadi salah satu garda terdepan dalam menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Ia menilai keberadaan kader membuat berbagai program kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga lingkungan RT dan RW.

Dedy Yon juga menyebut kontribusi kader ikut menopang berbagai capaian pembangunan kesehatan di Kota Tegal. Salah satunya penghargaan Terbaik Kedua Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa dan Bali.

Atas capaian tersebut, Kota Tegal memperoleh trofi sekaligus insentif fiskal sebesar Rp1,5 miliar.

Di sisi lain, Dedy Yon meminta penguatan penerapan KTR tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama ASN, tokoh masyarakat dan kader kesehatan, menjadi contoh dalam menjalankan aturan kawasan tanpa rokok.

Menurutnya, penerapan KTR perlu dikawal bersama, terutama di fasilitas umum, lingkungan sekolah, tempat kerja hingga tempat ibadah.

“Semoga kegiatan hari ini melahirkan komitmen nyata demi memutus mata rantai perilaku merokok secara bebas di tempat umum,” kata Dedy Yon.

Ia berharap para kader dapat membawa semangat jambore tersebut ke lingkungan masing-masing dan terus menjadi penggerak perubahan perilaku hidup sehat.

Pemkot Tegal pun menargetkan penguatan kapasitas kader berjalan seiring dengan semakin luasnya penerapan KTR. Dengan langkah tersebut, upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan diharapkan semakin efektif sehingga kualitas kesehatan masyarakat Kota Tegal terus meningkat.

(Fauzi/Targettempo.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *