Wali Kota Tegal Dorong Pelaku Usaha Hidupkan Kawasan Strategis yang Belum Optimal

TEGAL TARGETTEMPO.COM Pemerintah Kota Tegal mendorong para pelaku usaha untuk berani memanfaatkan ruang-ruang strategis yang selama ini belum digunakan secara maksimal. Langkah tersebut dinilai dapat menggerakkan perekonomian sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat meresmikan Cafe Beda Cerita+ di kawasan City Walk, Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal, Selasa (1/9/2026).

Peresmian tersebut turut dihadiri istri Wali Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Ketua DPRD Kota Tegal, sejumlah pelaku usaha, komunitas, serta tamu undangan.

Dedy Yon menyambut positif hadirnya Beda Cerita+ yang dinilai mampu memberikan warna baru bagi kawasan City Walk. Menurutnya, keberadaan usaha tersebut menjadi contoh bahwa lokasi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi ruang produktif.

Ia pun mengajak para pengusaha untuk melihat potensi sejumlah lokasi strategis di Kota Tegal yang masih belum terkelola secara maksimal.

“Silakan para pengusaha memanfaatkan maupun menyewa lokasi-lokasi strategis yang belum terkelola secara optimal. Kita ingin tempat-tempat tersebut kembali hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dedy Yon.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang berani mengambil keputusan untuk membuka usaha di tengah berbagai tantangan.

Menurutnya, membangun sebuah usaha membutuhkan keberanian, modal, kreativitas, perencanaan, serta kesiapan menghadapi berbagai risiko.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha dan pelaku usaha yang berani membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Membangun usaha tentu tidak mudah. Ada proses panjang, keberanian mengambil keputusan, investasi, kreativitas, dan tentu ada risiko yang harus dihadapi,” katanya.

Dedy Yon menilai bertambahnya ruang usaha baru akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat. Selain menjadi tempat berkumpul, keberadaan usaha baru juga dapat memperkuat perputaran ekonomi di tingkat daerah.

Terlebih, kawasan City Walk Jalan Ahmad Yani selama ini menjadi salah satu ruang publik yang ramai dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas dan bersosialisasi.

“Saya berharap kehadiran Beda Cerita+ dapat ikut menghidupkan kawasan ini dan memberikan kontribusi bagi geliat ekonomi Kota Tegal. Semakin banyak tempat usaha yang tumbuh dan ruang kreatif yang hadir, tentu semakin besar pula peluang masyarakat untuk beraktivitas dan menggerakkan perekonomian daerah,” tutur Dedy Yon.

Ia berharap Beda Cerita+ tidak berhenti sebagai tempat kuliner dan nongkrong. Kafe tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu ruang yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi muda dan komunitas di Kota Tegal.

Kafe itu juga diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus wadah untuk memperkenalkan berbagai produk lokal kepada masyarakat.

Sementara itu, CEO Beda Cerita+ Arie Prima Setyoko mengatakan pemilihan City Walk sebagai lokasi usaha dilakukan setelah melihat potensi kawasan tersebut yang dinilai strategis dan memiliki karakter tersendiri.

Beda Cerita+ mengusung konsep kafe yang beroperasi selama 24 jam. Bangunan dua lantai tersebut menyediakan sejumlah area bagi pengunjung, termasuk tempat yang memungkinkan mereka menikmati suasana kawasan pedestrian City Walk.

Arie menjelaskan, nama Beda Cerita+ memiliki makna yang berkaitan dengan keberagaman kisah setiap orang.

Menurutnya, setiap pengunjung datang dengan cerita dan latar belakang masing-masing. Kafe tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan yang memungkinkan berbagai cerita itu bertemu dan terhubung.

“Setiap orang memiliki cerita yang berbeda-beda. Harapannya, di Beda Cerita+ para pelanggan bisa menyatukan cerita mereka masing-masing,” jelas Arie.

Pemerintah Kota Tegal berharap hadirnya usaha baru seperti Beda Cerita+ dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha untuk melihat peluang di berbagai kawasan strategis. Dengan demikian, ruang-ruang yang sebelumnya kurang termanfaatkan dapat kembali aktif, produktif, dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

(Fauzi/Targettempo.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *