Anggrek Batu Tembus Pengakuan Internasional, Pameran Nasional Dorong Pasar hingga Mancanegara

BERITA UTAMA177 Dilihat

Kota Batu Targettempo.com – Budidaya anggrek di Kota Batu terus menunjukkan perkembangan, bahkan sejumlah hasil pengembangan tanaman anggrek dari daerah ini telah mendapat pengakuan melalui lembaga internasional di Inggris. Potensi tersebut kini kembali diperkuat melalui gelaran Batu Shining Orchid Week 2026 yang berlangsung di halaman Balai Kota Among Tani.

Pameran anggrek yang digelar pada 4 hingga 13 September 2026 itu difasilitasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu bekerja sama dengan Persatuan Anggrek Indonesia (PAI). Sebanyak 72 peserta dari kalangan pembudidaya anggrek dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memamerkan keindahan berbagai jenis anggrek, tetapi juga diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan produksi para pembudidaya, serta memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sektor wisata Kota Batu.

Pameran Anggrek Didorong Perkuat UMKM Pertanian

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Endrayoni, mengatakan pameran tersebut memberikan dampak positif bagi para pelaku budidaya anggrek dan berpotensi mendorong pertumbuhan UMKM di sektor pertanian.

“Pameran bunga tersebut memberikan dampak positif bagi persatuan anggrek maupun bisa menumbuhkan UMKM di sektor pertanian. Ditambahkan lagi bisa mempromosikan Shining Orchid Week se Indonesia di 2026,” kata Endrayoni.

Menurutnya, sasaran kegiatan tersebut juga untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan dalam skala yang lebih besar. Kehadiran pengunjung diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

Batu Shining Orchid Week 2026 juga diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari display anggrek, workshop budidaya, hingga agenda Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Anggrek Indonesia.

“Dari rangkaian kegiatan pameran bunga anggrek ada display anggrek, workshop anggrek dilanjutkan dengan kegiatan Musyawarah Nasional Persatuan Anggrek Indonesia,” terangnya.

Anggrek Hasil Budidaya Batu Terus Berkembang

Perkembangan budidaya anggrek di Kota Batu dan kawasan Malang Raya juga disebut mengalami peningkatan. Sejumlah pembudidaya telah mengembangkan berbagai jenis anggrek yang mulai dikenal secara lebih luas.

Salah satu jenis yang disebut memiliki nama di tingkat nasional adalah anggrek dendrobium. Peran para pembudidaya lokal, termasuk dari wilayah Junrejo, turut mendukung perkembangan dan popularitas anggrek asal Kota Batu.

Endrayoni menjelaskan, peningkatan produksi juga menjadi bagian dari perkembangan sektor budidaya anggrek di daerah tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan, pengembangan anggrek terus dilakukan dengan jumlah produksi yang mengalami peningkatan.

“Keberhasilan itu pernah terdaftarkan sampai di bawah lembaga internasional RHS negara Inggris,” papar Yoni.

Lembaga tersebut berperan dalam penilaian hasil pengembangan dan persilangan tanaman, termasuk anggrek.

Harga Anggrek Capai Puluhan Juta Rupiah

Pameran Batu Shining Orchid Week 2026 mengusung tema “The Beauty of Diversity” atau Keindahan Dalam Keberagaman.

Selain memiliki nilai estetika, budidaya anggrek juga menawarkan nilai ekonomi yang cukup besar. Harga tanaman anggrek disebut dapat bervariasi, mulai sekitar Rp125 ribu hingga mencapai Rp50 juta atau lebih, tergantung jenis dan karakter tanaman.

Melalui penyelenggaraan pameran secara rutin, pemerintah daerah dan para pelaku budidaya berharap produksi anggrek Kota Batu terus berkembang serta mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.

Kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkenalkan Kota Batu sebagai salah satu daerah dengan potensi pengembangan tanaman anggrek yang dapat menarik perhatian pasar nasional maupun internasional.

HRU

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *