Mutu Jalan Makadam Arjasa-Pajennangger Dipertanyakan, Brigade 571 Desak PUTR Buktikan Pengawasan

BERITA UTAMA, NEWS, TAG123 Dilihat

Sumenep Targettempo.com – Pekerjaan proyek jalan makadam Arjasa-Pajennangger di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep menjadi sorotan Tim Pemerhati Antikorupsi Brigade 571 Madura. Kualitas pekerjaan dan dugaan kesesuaian pelaksanaan proyek dengan gambar maupun spesifikasi teknis kini dipertanyakan berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat.

Ketua Tim Antikorupsi Brigade 571 Madura, Sarkawi, mengatakan pihaknya menerima sejumlah informasi dan laporan terkait pelaksanaan proyek infrastruktur di wilayah kepulauan, termasuk dari Arjasa, Kangayan, Sapeken, Sepudi, dan Raas.

Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian adalah proyek jalan makadam Arjasa-Pajennangger. Brigade 571 menilai perlu dilakukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan ketentuan kontrak, spesifikasi teknis, dan gambar pekerjaan.

“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait beberapa pekerjaan yang perlu dicek kembali di lapangan, terutama mengenai kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak,” kata Sarkawi.

Brigade 571 Soroti Kesesuaian Material dengan Gambar Proyek

 

Menurut Sarkawi, persoalan yang menjadi perhatian bukan hanya pemasangan batu tepi jalan, tetapi juga keseluruhan pekerjaan hamparan batu pada proyek tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, terdapat dugaan penggunaan material dalam pekerjaan jalan yang perlu diverifikasi lebih lanjut terkait kesesuaiannya dengan petunjuk teknis dan gambar proyek.

Tim Antikorupsi Brigade 571 Madura, kata dia, berencana turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap sejumlah pekerjaan yang menjadi perhatian masyarakat.

Sarkawi menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menyimpulkan adanya pelanggaran dalam proyek tersebut. Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan kebenaran laporan dan informasi yang berkembang.

“Kalau memang kegiatan pelaksanaan proyek tersebut benar adanya tidak sesuai dengan petunjuk gambar atau spek, hendaknya dinas terkait memberikan teguran. Jika benar tidak sesuai spesifikasi atau gambar, harusnya dibongkar total,” ungkapnya.

Papan Nama Proyek Juga Jadi Sorotan

Selain mutu pekerjaan, Sarkawi juga menyoroti keberadaan papan informasi proyek sebagai bagian dari keterbukaan kepada masyarakat.

Menurutnya, papan nama proyek penting agar masyarakat mengetahui sumber anggaran yang digunakan, apakah berasal dari APBN atau APBD, termasuk nilai kontrak, ukuran pekerjaan, pelaksana proyek, konsultan pengawas, serta jangka waktu pelaksanaan.

“Kami juga menyoroti papan nama proyek karena itu bagian dari keterbukaan publik. Masyarakat harus bisa mengetahui proyek tersebut menggunakan anggaran apa, nilai kontraknya berapa, siapa pelaksananya, konsultan pengawasnya, serta waktu pekerjaannya,” ujarnya.

Ia menilai informasi tersebut seharusnya dapat diakses masyarakat sebagai bagian dari transparansi pelaksanaan pembangunan.

PUTR Didorong Perketat Pengawasan Proyek Kepulauan

Sarkawi meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) memberikan perhatian serius terhadap pekerjaan infrastruktur di wilayah kepulauan.

Menurutnya, anggaran pembangunan yang dialokasikan untuk masyarakat kepulauan harus menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

Brigade 571 Madura juga mendorong pihak PUTR untuk membuktikan fungsi pengawasan terhadap setiap tahapan pelaksanaan proyek, khususnya pekerjaan yang mendapat sorotan masyarakat.

“Anggaran yang diprioritaskan untuk kepulauan jangan sampai sia-sia jika pelaksanaannya asal-asalan dan tidak sesuai dengan bunyi kontrak yang telah ditandatangani,” tegas Sarkawi.

Pihak Brigade 571 menyatakan akan melakukan pengecekan lapangan terhadap pekerjaan yang dilaporkan masyarakat. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi proyek.

Sementara itu, diperlukan klarifikasi dari Dinas PUTR maupun pihak pelaksana proyek terkait laporan dan dugaan yang disampaikan Brigade 571 Madura tersebut agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang mengenai pelaksanaan proyek jalan makadam Arjasa-Pajennangger.

SKWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *