BARABAI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai bersama Aparat Penegak Hukum (APH) melaksanakan razia gabungan dan tes urine dalam rangka deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Rutan, Senin (21/9/2026).malam
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari narkotika.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Kepala Rutan Kelas IIB Barabai Nanang Badruzzaman. Apel diikuti petugas gabungan dari Rutan Kelas IIB Barabai, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Balangan, Polres Hulu Sungai Tengah (HST), serta Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah.
Usai apel, tim gabungan melakukan penggeledahan secara menyeluruh di seluruh blok dan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penggeledahan dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus deteksi dini terhadap kemungkinan adanya barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperkenankan berada di kamar hunian WBP, di antaranya satu tali, satu ikat pinggang, 24 botol parfum, 30 korek gas, tujuh paku, satu gunting, dua alat cukur kumis, lima koil obat nyamuk, satu cermin, enam silet, satu peniti, empat amplas, 10 jarum, satu benang, satu tongkat sapu, serta dua cerutu.
Seluruh barang temuan kemudian diamankan dan diinventarisasi untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penggeledahan, tim gabungan juga melaksanakan tes urine secara acak terhadap petugas dan WBP. Sebanyak 31 petugas dan 86 WBP mengikuti pemeriksaan tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel urine dinyatakan negatif narkotika. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator komitmen bersama dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan Rutan Barabai.
Kepala Rutan Kelas IIB Barabai, Nanang Badruzzaman, mengatakan razia dan tes urine merupakan langkah konkret untuk menjaga keamanan sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi.
“Razia dan tes urine ini merupakan langkah deteksi dini sekaligus bentuk komitmen kami untuk memastikan Rutan Barabai tetap aman, tertib, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika. Alhamdulillah, dari hasil tes urine terhadap petugas dan WBP, seluruhnya menunjukkan hasil negatif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, mengapresiasi pelaksanaan razia gabungan dan tes urine tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus memperkuat komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan narkotika.
Erwedi juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi bersama APH sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Dandim 1002/Hulu Sungai Tengah Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Pasiopsdim 1002/HST Kapten Inf Bajuri menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
“Pada prinsipnya Kodim 1002/HST mendukung kegiatan deteksi dini dan pencegahan terhadap segala bentuk gangguan keamanan, termasuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Sinergi antara Rutan, TNI, Polri, BNN, dan seluruh APH harus terus diperkuat agar situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Kapten Inf Bajuri.
Ia menambahkan, kegiatan bersama seperti razia dan tes urine tidak hanya menjadi langkah pencegahan, tetapi juga memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
“Dari hasil kegiatan hari ini, seluruh sampel urine yang diperiksa dinyatakan negatif. Ini tentu menjadi hasil yang baik, namun upaya pencegahan dan pengawasan harus tetap dilakukan secara konsisten. Kodim 1002/HST siap mendukung sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Hulu Sungai Tengah,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Barabai bersama seluruh unsur APH menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan deteksi dini, memperkuat pengawasan, serta melakukan langkah-langkah preventif guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.(pen1002hst).








