403 Personel Polri Dikerahkan, Edukasi Masyarakat Jadi Strategi Cegah Karhutla

BERITA UTAMA, NEWS, POLRI435 Dilihat

TARGETTEMPO.COM JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menerjunkan 403 personel ke delapan wilayah yang memiliki kerawanan karhutla.

Penugasan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Fokus utama kegiatan bukan hanya pemantauan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi dan komunikasi langsung di lapangan.

Program ini dikoordinasikan Lemdiklat Polri bersama Stamaops Polri. Delapan wilayah yang menjadi sasaran meliputi Polda Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Dari 403 personel yang diberangkatkan, sebanyak 395 merupakan peserta didik dari sejumlah program pendidikan Polri. Mereka terdiri atas 287 personel S2-STIK, 85 personel Setukpa, serta 23 personel Sespimma.

Sementara delapan personel lainnya bertugas sebagai pendamping sekaligus pimpinan, yakni enam Patun S2-STIK Lemdiklat Polri, satu Kabid Pengsos Setukpa Lemdiklat Polri, dan satu Kabid Jemen Setukpa Lemdiklat Polri.

Distribusi personel juga telah disesuaikan dengan wilayah penugasan. Polda Kalbar mendapat 79 personel, Polda Kalteng 49, Polda Kaltim 38, Polda Kalsel 38, Polda Kaltara 38, Polda Sumsel 48, Polda Riau 49, dan Polda Jambi 48 personel.

Sebelum diterjunkan, seluruh personel menjalani briefing serta pertelaan tugas yang dipimpin Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Tahapan tersebut dilakukan untuk menyamakan pemahaman terkait tugas, tanggung jawab, hingga pembagian wilayah.

Personel juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan mengikuti apel pemberangkatan sebelum bergerak menuju wilayah tugas masing-masing.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Panca Putra Simanjuntak menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua tujuan sekaligus, yakni memperkuat pencegahan karhutla dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengimplementasikan kemampuan yang diperoleh selama pendidikan.

Menurutnya, keterlibatan personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat pendekatan persuasif kepada masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki potensi kebakaran.

“Penugasan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Para peserta didik akan turun langsung memberikan edukasi dan mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan personel agar mengedepankan komunikasi yang humanis selama menjalankan tugas. Kesadaran masyarakat, menurutnya, menjadi salah satu kunci penting dalam menekan risiko karhutla.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta tumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran lahan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, personel akan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian kewilayahan maupun instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan edukasi dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Polri berharap kehadiran Satgas Edukasi di tengah masyarakat mampu mendorong partisipasi warga dalam menjaga lingkungan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi terjadinya karhutla.

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *