Maulid Nabi di Polres Kediri Jadi Momentum Evaluasi Diri dan Penguatan Keteladanan

BERITA UTAMA, NEWS, POLRI483 Dilihat

TARGETTEMPO.COM KEDIRI  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di lingkungan Polres Kediri menjadi momentum bagi jajaran kepolisian untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Amaan Mapolres Kediri, Rabu (26/8/2026), tersebut dihadiri pejabat utama dan personel Polres Kediri. Selain tausiah, acara juga diisi dengan doa bersama serta santunan bagi anak yatim.

Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. mengajak seluruh anggota menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi, baik dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak cukup hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara profesional. Setiap personel juga dituntut menghadirkan sikap peduli, humanis dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini sarana untuk introspeksi diri, bermuhasabah atas kegiatan dan perilaku kita sehari-hari, terutama kinerja kita bersama masyarakat,” ujar AKBP Latif.

Ia juga mengingatkan pentingnya menempatkan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalankan amanah. Keimanan dan ketakwaan, kata dia, harus berjalan seiring dengan kepedulian serta pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Jangan malas beribadah, jangan malas berbuat baik. Dunia adalah darul amal, tempat kita beramal untuk mendapatkan pahala di akhirat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua MWCNU KH Khoirul Basyar, M.Pd. dalam Mauidhoh Hasanah mengajak para personel meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Ia menekankan bahwa kehidupan dunia merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Nilai tersebut kemudian diwujudkan dalam kegiatan sosial melalui santunan kepada anak yatim.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi di Polres Kediri ditutup dengan doa bersama. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak kebaikan dan menghadirkan keteladanan dalam setiap pelaksanaan tugas.

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *