SIDOARJO TARGETTEMPO.COM — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau Ning Lia, langsung bertolak dari Jakarta menuju Sidoarjo untuk menemui para korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).
Di tengah fokus penanganan medis terhadap ratusan korban, Ning Lia memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis para santri yang mengalami musibah tersebut. Ia mendatangi pasien yang menjalani perawatan di RS Delta Surya Sidoarjo untuk memberikan dukungan dan penguatan mental.
Kunjungan tersebut menyasar khususnya para santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Jumlah korban dari kelompok santri tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 400 orang.
Ning Lia menyapa dan berbincang langsung dengan para santri di ruang perawatan. Kehadirannya diharapkan dapat membantu mengurangi rasa cemas serta ketakutan yang muncul setelah para korban mengalami sakit secara mendadak.
Menurut Ning Lia, proses pemulihan tidak cukup hanya berorientasi pada kesehatan fisik. Kondisi psikologis korban juga harus menjadi perhatian agar peristiwa yang dialami tidak meninggalkan trauma berkepanjangan.
“Para korban, khususnya anak-anak dan para santri, membutuhkan dukungan agar mereka tidak terus dihantui rasa takut. Pemulihan fisik tentu penting, tetapi penguatan mental juga tidak boleh diabaikan,” ujar Ning Lia.
Sementara itu, kondisi pasien yang menjalani perawatan di RS Delta Surya secara umum mulai menunjukkan perkembangan positif.
Direktur RS Delta Surya Sidoarjo, dr. Warih Kusumaningtyas, M.Kes., FISQua, mengatakan mayoritas pasien terus mengalami perbaikan. Sejumlah pasien yang telah memenuhi syarat medis bahkan mulai diperbolehkan pulang.
“Alhamdulillah kondisi para pasien secara umum terus membaik. Sebagian besar gejalanya sudah tertangani dengan baik, dan beberapa pasien yang kondisinya sudah stabil serta memenuhi syarat medis hari ini sudah diizinkan untuk pulang ke rumah,” ujar dr. Warih.
Ning Lia juga memberikan apresiasi kepada jajaran tenaga kesehatan RS Delta Surya yang sejak Selasa (1/9/2026) menerima pasien secara bergelombang.
RS Delta Surya menjadi salah satu dari sembilan rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo yang terlibat dalam penanganan korban dugaan keracunan MBG.
“Saya mengapresiasi kesiapsiagaan tim medis RS Delta Surya yang memberikan pelayanan terbaik kepada para korban. Pasien datang silih berganti hingga siang hari, sehingga tentu dibutuhkan kesiapan dan kerja keras luar biasa dari seluruh tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ning Lia menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan korban harus menjadi prioritas utama ketika sebuah musibah terjadi.
Menurutnya, evaluasi terkait penyebab kejadian dan pihak yang bertanggung jawab memang tetap diperlukan. Namun, proses tersebut tidak boleh menggeser fokus utama untuk memberikan pertolongan secepat mungkin kepada para korban.
“Saat terjadi musibah, seharusnya kita tidak perlu mencari siapa yang salah terlebih dahulu, tetapi kita harus mencari siapa yang pertama kali harus diberikan pertolongan,” tegas Ning Lia.
Ia berharap seluruh korban dapat segera pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun psikologis. Dukungan keluarga, pesantren, tenaga medis, serta lingkungan sekitar dinilai sangat penting untuk membantu para santri kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman dan tanpa trauma berkepanjangan.
(Anil)







