TARGETTEMPO.COM PADANG – Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Di tengah perkembangan ruang digital, anggota Polri dituntut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara tepat dan humanis.
Hal tersebut menjadi perhatian Polda Sumatera Barat (Sumbar) melalui program Polri Belajar bertema “Public Speaking dan Personality Development dalam Rangka Hari Polisi Wanita”, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 821 personel. Sebanyak 100 Polwan dari satuan kerja Polda Sumbar bersama perwakilan operator PID masing-masing Satker mengikuti kegiatan secara langsung. Sementara 711 personel Polwan dari Satwil jajaran serta operator PID Polres/Polresta mengikuti kegiatan secara daring.
Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha mengatakan penguatan kemampuan komunikasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi personel.
Menurutnya, public speaking bukan hanya soal keberanian tampil dan berbicara di depan banyak orang. Kemampuan tersebut juga mencakup bagaimana seorang personel dapat menyampaikan informasi secara jelas, percaya diri, humanis, dan mudah diterima masyarakat.
“Public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan orang banyak. Yang lebih penting adalah bagaimana personel mampu menyampaikan pesan dengan jelas, percaya diri, humanis, dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Anissullah.
Ia menambahkan, kemampuan komunikasi harus ditopang karakter, integritas, etika profesi serta kecerdasan emosional. Hal itu penting karena personel Polri bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi pelayanan maupun pelaksanaan tugas kepolisian.
“Personel Polri harus memiliki kompetensi sekaligus karakter yang kuat. Sikap, cara berkomunikasi, penampilan, hingga bagaimana kita merespons masyarakat akan ikut menentukan bagaimana institusi Polri dipersepsikan oleh publik,” katanya.
Bekali Peserta Teknik Komunikasi
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi pengembangan kemampuan berbicara dan kepribadian.
Materi antara lain mencakup penyusunan pesan, pengolahan vokal, bahasa tubuh, membangun rasa percaya diri, mengatasi kegugupan, hingga teknik komunikasi persuasif dan humanis.
Kemampuan berkomunikasi melalui berbagai platform juga menjadi perhatian. Personel diarahkan agar mampu menyampaikan informasi secara efektif, baik dalam komunikasi tatap muka, forum daring maupun melalui media sosial.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan, kemampuan komunikasi publik bukan hanya menjadi tanggung jawab anggota yang bertugas di bidang kehumasan.
Menurutnya, setiap personel Polri merupakan representasi institusi ketika berinteraksi dengan masyarakat.
“Kehumasan bukan hanya menjadi tanggung jawab personel yang bertugas di fungsi Humas. Pada dasarnya, setiap anggota Polri adalah representasi institusi ketika berhadapan dan berkomunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Ucapan Personel Bisa Bentuk Persepsi Publik
Susmelawati menjelaskan, perkembangan teknologi informasi membuat setiap komunikasi personel berpotensi menjangkau masyarakat dalam skala yang lebih luas.
Ucapan maupun sikap seorang anggota dapat dengan cepat menjadi perhatian publik, khususnya ketika disampaikan atau terekam di ruang digital.
Karena itu, personel dituntut mampu menyampaikan informasi secara akurat, empatik, solutif, dan bertanggung jawab.
“Di era digital, komunikasi publik menjadi instrumen yang sangat penting dalam membangun kepercayaan. Karena itu, personel harus mampu berkomunikasi dengan baik sekaligus bijak memanfaatkan media sosial untuk memberikan edukasi dan menghadirkan citra positif Polri di tengah masyarakat,” katanya.
Selain kemampuan public speaking, program Polri Belajar tersebut juga memberikan penguatan terkait personality development. Materinya meliputi pembentukan karakter dan integritas, etika profesi, personal branding Polwan, kecerdasan emosional, penampilan serta sikap profesional.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuat kemampuan teknis personel berjalan seimbang dengan kualitas personal.
Dengan bekal tersebut, Polwan diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas kepolisian secara profesional, tetapi juga menjadi komunikator yang efektif sekaligus representasi institusi ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Di tengah cepatnya arus informasi dan semakin terbukanya ruang publik digital, kemampuan berkomunikasi secara tepat, bijak, dan penuh empati menjadi bagian penting dari upaya Polri menjaga kepercayaan masyarakat. (TARGETTEMPO.COM)







