Cegah Judi Online dan Bullying, Polres Sampang Edukasi Pelajar di 28 Sekolah

Kamtibmas21 Dilihat

TARGETTEMPO.COM SAMPANG – Kepolisian Resor (Polres) Sampang memperkuat langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman kenakalan remaja. Sebanyak 28 sekolah tingkat SMP, MTs, SMA, SMK hingga Madrasah Aliyah di Kabupaten Sampang menjadi sasaran edukasi kepolisian, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan serentak melalui penugasan personel Polres Sampang sebagai pembina upacara. Selain memberikan motivasi kepada pelajar, polisi menyampaikan sejumlah pesan penting berkaitan dengan tertib berlalu lintas, bahaya judi online, bullying, serta pencegahan kenakalan remaja.

Salah satu kegiatan berlangsung di UPTD SMPN 1 Sampang. Kanit Tipikor Polres Sampang IPDA Muammar Amin hadir mewakili Kapolres Sampang AKBP Anang Hadiyanto, S.I.K., untuk memberikan pembinaan langsung kepada para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, IPDA Muammar Amin mengingatkan pelajar agar tidak menganggap remeh berbagai perilaku yang dapat membawa dampak buruk bagi masa depan.

Ada tiga hal utama yang ditekankan, yakni pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menjauhi judi online, serta menjaga pergaulan agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja.

“Pertama, dalam berlalu lintas harus memiliki etika dan mematuhi aturan, termasuk memiliki SIM. Kedua, jangan mengikuti judi online yang saat ini marak. Gunakan uang saku untuk hal-hal yang bermanfaat. Ketiga, kita bersama-sama mencegah kenakalan remaja,” ujar IPDA Muammar Amin.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap potensi bullying dan konflik antarpelajar. Menurut IPDA Muammar Amin, persoalan di kalangan siswa terkadang berawal dari candaan yang dianggap biasa, tetapi kemudian berkembang menjadi perselisihan.

Tindakan seperti menyentuh atau memegang kepala teman, misalnya, dapat menimbulkan rasa tersinggung apabila dilakukan secara berlebihan. Persoalan tersebut berpotensi berlanjut menjadi pertengkaran di luar sekolah dan bahkan menyeret orang tua masing-masing.

“Bercanda yang berlebihan sering kali menjadi awal timbulnya perselisihan. Dari sekolah bisa berlanjut setelah pulang, kemudian mengadu kepada orang tua hingga terjadi perselisihan antarorang tua. Hal seperti ini harus dihindari,” tegasnya.

Polres Sampang mengajak para pelajar untuk membangun pergaulan yang sehat dengan mengedepankan sikap saling menghormati. Perbedaan dan persoalan antarteman diharapkan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik, bukan melalui kekerasan maupun tindakan yang mengarah pada bullying.

Kepala UPTD SMPN 1 Sampang, Drs. Teguh Suparyanto, M.M.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran kepolisian secara langsung di lingkungan sekolah dapat memperkuat pembinaan yang selama ini dilakukan oleh pihak sekolah.

“Harapannya bagus sekali dengan adanya sosialisasi dari kepolisian. Kalau sebelumnya dari kepala sekolah, dewan guru atau guru BP yang menjelaskan, sekarang semakin bagus dengan adanya program sosialisasi kepolisian untuk tiga hal tersebut,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara sekolah dan kepolisian penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif. Edukasi yang diberikan juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan yang menyasar 28 sekolah tersebut, Polres Sampang menegaskan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga generasi muda. Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu membentengi pelajar dari judi online, bullying, kenakalan remaja, serta berbagai perilaku yang berpotensi merusak masa depan.

TARGETTEMPO.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *