TARGETTEMPO.COM SAMPANG – Polres Sampang memperkuat langkah preventif dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Sebanyak 28 sekolah mulai jenjang SMP, MTs, SMA, SMK hingga Madrasah Aliyah menjadi sasaran edukasi kepolisian yang dilaksanakan melalui kegiatan upacara bendera, Senin (14/9/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menanamkan kesadaran hukum dan membentengi generasi muda dari berbagai persoalan yang dapat mengganggu masa depan mereka. Materi yang disampaikan meliputi etika berlalu lintas, bahaya judi online (judol), serta pencegahan kenakalan remaja dan bullying.
Di SMK Negeri 1 Sampang, pembinaan dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Sampang AKP Sulaiman yang hadir mewakili Kapolres Sampang AKBP Anang Hadiyanto, S.I.K.
Dalam amanatnya, AKP Sulaiman mengajak para siswa menjadi pelajar yang disiplin, mampu menjaga diri, serta bijak dalam menggunakan fasilitas digital. Ia menegaskan bahwa judi online tidak boleh menjadi bagian dari kehidupan pelajar karena dapat menimbulkan kerugian dan merusak masa depan.
“Jangan sampai mengikuti judi online yang saat ini marak. Gunakan uang saku untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat,” tegas AKP Sulaiman.
Selain persoalan judol, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Para pelajar diingatkan agar memahami etika berkendara dan mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk kewajiban memiliki SIM sesuai persyaratan.
Pesan lainnya berkaitan dengan kenakalan remaja dan potensi bullying di lingkungan sekolah. Kepolisian mengingatkan bahwa konflik antarpelajar tidak selalu berawal dari persoalan besar. Candaan yang melewati batas hingga tindakan fisik dapat memicu kesalahpahaman dan berkembang menjadi pertengkaran.
“Bercanda yang berlebihan sering kali menjadi awal timbulnya perselisihan. Persoalan dari sekolah bisa berlanjut setelah pulang dan bahkan melibatkan orang tua. Hal seperti ini harus dihindari,” ujarnya.
Pihak SMK Negeri 1 Sampang menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran kepolisian dinilai memberikan penguatan terhadap pembinaan yang selama ini dilakukan pihak sekolah melalui kepala sekolah, guru maupun guru bimbingan konseling.
Sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut dalam membangun karakter siswa yang disiplin, beretika, taat aturan, serta mampu menjauhi lingkungan dan perilaku yang berisiko.
Melalui kegiatan serentak di 28 sekolah tersebut, Polres Sampang menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah dunia pendidikan. Edukasi sejak dini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan sekolah yang aman, kondusif dan ramah anak sekaligus menyiapkan generasi muda yang berkualitas serta sadar hukum.
TARGETTEMPO.COM
